Jumat, 22 April 2011

Amalan-amalan Ringan Berpahala Besar

Diposkan oleh Pipit di 07.30
1. Shalat di Masjidil Haram, Makkah
Mendirikan shalat dua rakaat di dalam Masjidil Haram lebih utama dari 200.000 rakaat di tempat lain, atau dengan makna lain seperti shalat sunnah dalam 46 tahun lamanya. Shalat 10 rakaat dalam 20 menit sama dengan 230 tahun atau 1 juta rakaat. Subhanallah!
Rasulullah SAW bersabda, “Shalat di masjidku lebih utama daripada seribu shalat di tempat lain kecuali di Masjidil Haram. Sholat di Masjidil Haram lebih utama dari 100.000 (seratus ribu) shalat di tempat selainnya” (HR. Muslim).

2. Shalat Jum’at
Pada hari Jum’at terdapat waktu di mana segala macam permohonan hamba, Allah tidak akan menolaknya. Inilah hari yang mulia, di mana amal shalih di dalamnya lebih baik dari hari-hari selainnya.
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya pada hari Jum’at terdapat waktu dan tidaklah seorang muslim meminta kebaikan kepada Allah pada saat tersebut melainkan Allah memberi apa yang dimintanya” (HR. Muslim).
Rasulullah SAW bersabda, “Hari terbaik di mana matahari terbit di dalamnya ialah hari Jum’at. Pada hari tersebut Adam AS diciptakan, dimasukkan ke surga, dikeluarkan daripadanya, dan kiamat tidak terjadi kecuali di hari Jum’at” (HR. Muslim).



3. Shalat Jamaah
Hidangan surga bagi mereka yang pada setiap pagi dan sore hari berangkat ke masjid untuk melakukan shalat berjamaah. Dan bagi mereka yang mendirikan yang shalat Isya’ dan Subuh dengan berjamaah, seakan-akan orang tersebut telah melakukan shalat pada sepanjang malamnya.
Dari Nabi SAW, “Barangsiapa yang berangkat ke masjid pada pagi maupun sore hari, maka Allah akan menyediakan baginya hidangan di surge setiap pagi dan sore” (Muttafaqun ‘Alaih).
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang shalat Isya’ dengan berjamaah, maka dia seakan-akan seperti shalat setengah malam, dan barangsiapa shalat Subuh secara berjamaah, maka seakan-akan dia shalat sepanjang malam seluruhnya” (HR. Muslim).

4. Shalat di Masjid Quba’
Orang yang mendirikan shalat dua rakaat di Masjid Quba’, ia akan mendapatkan pahala yang sebanding dengan pahala seseorang yang melakukan umrah.
Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang bersuci di dalam rumahnya kemudian pergi ke masjid Quba’ dan shalat di dalamnya maka baginya seperti pahala umrah” (HR. Ahmad).

5. Shalat Isyraq (Ketika Matahari Terbit)
Orang yang melakukannya akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukan haji dan umrah secara sempurna.
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang shalat Subuh secara berjamaah, kemudian duduk berdzikir kepada Allah hingga terbutnya matahari, kemudian dia shalat dua rakaat, maka baginya pahala haji dan umrah secara sempurna, secara sempurna” (HR. At-Turmudzi).

6. Shalat Dhuha
Dari Abu Dzar bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Pada setiap persendian salah seorang di antara kamu semua ada sedekahnya, maka setiap tasbih sebuah sedekah, setiap tahmid sebuah sedekah, setiap tahlil sebuah sedekah, setiap takbir sebuah sedekah, mengajak kebaikan sebuah sedekah, mencegah kemungkaran sebuah sedekah, dan dicukupkan dengan itu dua rakaat yang dikerjakan dari shalat Dhuha” (HR. Muslim).

7. Umrah Ketika Ramadhan
Rasulullah SAW menjelaskan bahwasanya umrah di bulan Ramadhan memiliki pahala sebanding dengan seseorang yang berhaji.
Rasulullah bersabda kepada seorang wanita kaum Anshar, “Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan dihitung (pahala) haji bersamaku” (HR. Bukhari).

8. Shadaqah Jariyah
Amalan ini dapat berupa membangun masjid, sumur, madrasah, pendidikan anak dalam belajar agama yang benar atau menasehati orang lain kepada kebaikan. Dan amalan-amalan ini memiliki pahala yang tak akan terputus hingga orang tersebut meninggal dunia, selama shadaqahnya itu digunakan oleh orang lain.
Rasulullah SAW bersabda, “Apabila anak cucu adam meninggal maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, anak shalih yang mendoakan (kedua orang tua)nya” (HR. Muslim).

9. Muhasabah (Instropeksi Diri) dalam Beramal kepada Allah
Seperti muhasabah dalam mengerjakan aktivitas tidur, yaitu untuk menyiapkan diri untuk menyiapkan diri untuk mengerjakan shalat malam dan shalat Subuh. Seperti muhasabah makan minum, adalah untuk menyiapkan diri mencari harta yang halal dan tidak meminta-minta, serta melindungi anak dan istri dari kefakiran atau dapat berinfak kepada orang yang membutuhkan. Amalan-amalan ini memiliki pahala tersendiri, walaupun amalan yang kita niatkan tidak tercapai karena suatu halangan.
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang mendatangi tempat tidurnya sedang dia berniat untuk mengerjakan shalat malam kemudian dia tertidur, maka ditulis baginya apa yang telah dia niatkan. Adapun tidurnya adalah sebuah sedekah bagi dirinya dari Rabbnya” (HR. An-Nasa’i).

10. Ribath (Berjaga-jaga Dalam Berperang)
Pahala dari amalan ini sebanding pahala orang yang berpuasa sebulan penuh dengan pahala shalat malamnya
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang ribath (berjaga-jaga dalam berperang di perbatasan) satu hari dan satu malam di jalan Allah, maka baginya pahala puasa sebulan beserta shalat malamnya” (HR. Muslim).

11. Beragam Niat dalam Satu Amal Shalih
Contohnya adalah seperti amalan shalih dengan mengunjungi keluarga suami demi mendapatkan ridha Allah SWT. Maka dalam amal shalih ini dapat dimasukkan beberapa niat di dalamnya misal:
a. Mencari ridho Allah SWT
b. Mencari keridhoan suami, karena ridhonya adalah ridho Allah SWT jua
c. Silaturrahmi
d. Menengok mereka yang sakit
e. Mencukupi kebutuhan mereka ketika mereka butuh sesuatu
f. Niat membahagiaan mereka
g. Meringankan beban mereka dengan menyampaikan hadits-hadits yang berkenaan dengan ringannya sebuah dzikir dan besarnya pahala sabar ketika sakit.
Maka dengan satu amal shalih yang kita lakukan, terdapat di dalamnya pahala tujuh niat yang dilipatkan.

12. Sabar Ketika Datang Musibah
Orang-orang yang senantiasa sabar di dalam musibah yang menimpa dirinya, maka Allah akan menggantikannya dengan surga.
Dari Nabi SAW, bahwasanya beliau bersabda, Allah SAW berfirman, “Jika aku mengaji hamba-Ku dengan kedua orang anaknya kemudian dia bersabar, Aku mengganti keduanya dengan surga” (HR. Bukhari).
Dalam hadits lain juga disebutkan, “Barangsiapa kuambil dua kekasihnya (matanya) tetap bersabar, maka Aku akan menggantikannya dengan surga” (HR. Bukhari).

13. Amal Shalih di Sepuluh Hari Dzulhijjah
Dalam hari-hari ini, terdapat puasa yang akan menghapuskan dosa-dosa kita selama satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya. Inilah puasa pada hari Arafah. Di mana dalam hari-hari ini pula pahala amal shalih di dalamnya mampu melebihi pahala jihad dengan harta dan jiwa.
Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada hari-hari di mana amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh Allah Azza wa Jalla melainkan hari-hari ini yakni sepuluh awal Dzulhijjah.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, dan bukan jihad fi sabilillah?” Beliau bersabda, “dan bukan jihad fi sabilillah. Kecuali seseorang yang keluar dengan diri dan hartanya kemudian dia tidak kembali dengan itu sedikitpun” (HR. Bukhari).
Dari Nabi SAW bahwasanya beliau bersabda, “Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan tidak ada yang lebih dicintai oleh-Nya dari suatu amalan di dalamnya, melebihi sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah di dalamnya (ucapan) tahlil, takbir, dan tahmid” (HR. Ahmad).

14. Pahalanya Para Muadzin (Orang yang Adzan)
Seorang muadzin akan mendapatkan pahala orang yang shalat bersamanya, demikian juga kepada siapa saja yang menjawab adzannya. Siapa saja yang menjawab adzan, maka baginya pahala muadzin. Dan bagi para wanita juga akan mendapatkan pahala muadzin jika dia menjawab adzannya walaupun dia di dalam rumah, bahkan kalau dia hanya dengar dari radio atau TV.
Misal, 30 orang shalat x 5 shalat fardhu = 150 orang yang shalat + 27 derajat dari pahala jamaah setiap orang + pahala langkah-langkah mereka ke masjid + pahala qiyamul lail setiap orang apabila dia mengerjakan shalat Isya’ dan Subuh berjamaah, maka dapat dibayangkan berapa juta pahala muadzin dan orang yang menjawab adzannya!
Dari Rasulullah SAW, “Dan baginya (muadzin) pahala orang yang shalat bersamanya” (HR. Ahmad dan An-Nasa’i).

15. Berjabat Tangan dengan Sesama Muslim
Setiap muslim dengan muslim lainnya yang berjabat tangan, maka akan menggugurkan dosa-dosa di antara keduanya
Dan Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah dua orang muslim yang saling berjabat tangan kecuali mereka berdua diampuni sebelum mereka berpisah” (Mutafaqun Alaih).

16. Penunjuk dan Perantara Kebaikan
Orang-orang yang berada di jalan dakwah (saling mengingatkan dalam hal kebaikan dan kebenaran), maka ia akan mendapatkan pahala dari dakwahnya itu dan pahala dari siapa yang mengamalkan.
Siapa saja yang menjadi sebab terlaksananya suatu amal shalih, maka baginya pahala orang yang melaksanakannya. Seperti shadaqah, mendidik anak-anak tentang rukun Islam, membantu jamaah haji dengan harta, dan seterusnya. Begitu juga dengan siapa saja yang menjadi sebab terjadinya suatu amalan buruk, maka baginya dosa sang pelaku. Misal dengan berjualan CD film-film haram, nyanyian-nyanyian dan seterusnya.
Dari Rasulullah SAW, “Barangsiapa yang memulai di dalam Islam suatu amalan yang baik, maka baginya pahalanya dan pahala siapa yang melakukannya” (HR. Muslim).

17. Bershalawat atas Nabi
Dengan mengucapkan shalawat untuk Rasulullah SAW, maka kita akan mendapatkan balasan sebanyak sepuluh shalawat.
Dari Rasulullah SAW bahwasanya beliau bersabda, “Barangsiapa yang bershalawat atasku satu shalawat, maka Allah akan bershalawat atasnya sepuluh shalawat” (Muttafaqun ‘Alaih).

18. Qiyamul Lail pada Bulan Ramadhan dan Menghidupkan Sepuluh Malam Terakhir
Seorang muslim yang melakukan amal-amal ini, maka pahalanya berlipat ganda di sisi Allah SAW, terlebih pada Lailatul Qodar.
Allah SWT berfirman, “Malam Lailatul Qadr adalah lebih baik dari seribu bulan” (QS. Al-Qadr: 3).

19. Membaca Surat Al-Ikhlas
Membaca surat Al-Ikhlas sebanyak tiga kali, adalah berpahala seperti membaca Al-Qur’an seluruhnya.
Dari Rasulullah bahwasanya beliau bersabda, “QulhuwAllahu ahad, adalah setara dengan sepertiga Al-Qur’an.”

20. Puasa Enam Hari Syawal Ditambah dengan Puasa Tiga Hari Baidh (13, 14, 15) di Setiap Pertengahan Bulan Hijriyah
Perkataan Abu Dzar, “Rasulullah memerintahkan kami agar berpuasa pada setiap bula dari tiga hari puasa baidh, tiga belas, empat belas, dan lima belas (Hijriyah). Dan beliau bersabda, ‘Ia seakan-akan seperti puasa setahun’.” (HR. An-Nasa’i dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban).
Dari Ayyub Al-Anshari bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang puasa Ramadhan kemudian mengikuti dengan enam puasa Syawal, maka seakan-akan dia puasa selama setahun” (HR. Jamaah kecuali Bukhari dan An-Nasa’i).

re-post, sumber:
http://fielkom2006.wordpress.com/tag/jutawan-muslim/

0 komentar:

 

@aku_pipit Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea