Rabu, 18 Mei 2011

Jengjeng tak seperti biasa

Diposkan oleh Pipit di 09.05 0 komentar
Malam melintang dan Jengjeng berdiri di atas tebing menunggu pagi, menoleh sekilas, melihat Kebo terlelap diharibaan gelap bertuan. Ada suatu detak yang membuatnya merasa ternganga, tanpa katup, Jengjeng merasa ia telah kehilangan sesuatu yang tertanam lekat.

Udara malam mengguncang seluruh persendian, ada rasa yang tak mudah didefinisikan. Sesuatu yang menyedot seluruh darah, lunglai, tidak bertujuan. Jengjeng menelan ludah, berat. Tidak seharusnya ia merasa hal yang bahkan ia tak mengerti mengapa harus merasa. Kali ini ia sendu.
Kesedihan memancar lebih karena ia tidak mengetahui apa yang sedang ia rasakan.

 

@aku_pipit Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea