Sabtu, 04 Februari 2012

Jeng-jeng Kembali

Diposkan oleh Pipit di 06.54
Dunia ini baru bagi Jeng-jeng... Tak ada lagi tali, tak ada lagi bayangan, ia berjalan sendiri, tak ada lagi Kebo.
Sekalipun hal ini yang diinginkan Jeng-jeng, tapi hatinya tak sepenuhnya merestui.
"mungkin belum terbiasa" Jeng-jeng membela diri.

Ini adalah hari ke 200sekian Jeng-jeng berjalan sendiri.

Di depan Jeng-jeng, hamparan luas ilalang setinggi lutut, sinar matahari membuat gambaran semakin dramatis.
Tak ada dramatisasi melebihi pandangan mata.
Jeng-jeng tersenyum dan melanjutkan langkah.
Sejenak dalam sesekali langkahnya, Jeng-jeng membayangkan bagaimana reaksi Kebo ketika tahu Jeng-jeng tak lagi ada, meninggalkannya sendiri bahkan tanpa kata perpisahan.
"Kebo pasti sedih... ah akan lebih baik jika ia marah"



Jalanan lengang.

"Tuhan, aku manusia jahat pastinya"

Jeng-jeng berada dalam buaian dunia, ia melangkah tetap tanpa perlu arah. Ia tak membutuhkan kompas. Jeng-jeng berbicara dengan udara dan menemukan jawaban kemana ia harus terbang. Walau ia pasti masih terombang-ambing.

Di perhentian yang Jeng-jeng tak tahu pasti, ia menemukan sebah bukit, tidak tergolong tinggi, tapi cukup bisa melihat sekitar... Jeng-jeng memegang pelatuk.

"apakah sekarang, aa... aaa.."

"ehm, ehm... tes... tes..."

Jeng-jeng menarik nafas, ia mulai bercerita...




it is not that I'm lost or that I don't know what I want
oh I know that I can't have all then fun in the world
yes turns to no and people may come and go
it's take it or leave it it's reality girl

you put on a mask cos you know you're such a mess
when you walk into a wall that's when wisdom will call
don't let emotions take you on another ride
for at the end of the ride is back to same old story

but now you know hands to the sky now it's time to fly and you'll say

I know that only with you, you can brighten up my day anytime
it's you I hold you in my heart never far
always near so I can wipe my tears off my face be brave again
I know I can only with you

the dawn is breakin' you wake to a beautiful sunrise
oh you know that you can't waste such a beautiful day.
listen now get out of your own world
why put you heart on these things and always question why?

now looking back I was so blind
couldn't see what's in front of me
now I'm free no longer tied to the past
yes things can changed but I don't have to play the same game

so now I know hands to the sky
now it's time to fly hear me say

I know that only with you, you can brighten up my day anytime
it's you I hold you in my heart never far
always near so I can wipe my tears off my face
be brave again I know I can only with you

Hening. Jeng-jeng memandang ke depan dalam diam.
"sek talah, sopo iku seng main gitar"
(dhuaaaar)

*ini improvisasi dari langit, Jeng*

"oh baiklah... maaciiih :)"

Kesunyian kembali melanda. Tak ada burung berkicau, tak ada anjing menggonggong, tak ada hewan berkelit.

"Dunia ini terlalu sepi untuk aku tinggali sendiri".

Jeng-jeng terdiam di puncak bukit, ia sengaja berhenti di titik paling tinggi di sekitar, tak ada bukit lebih tnggi dari yang ia pijaki sekarang.

Kemana angin membawaku kali ini... Jeng-jeng mengatup mata, membaca pertanda, menyimak udara.

"aku tahu ini jalan yang aku pilih, aku tahu takdir ini yang aku ambil,
aku tau aku yang memutuskan, aku tau aku memihak diri sendiri, aku yang meninggalkannya... hanya saja...
...aku kangen Kebo sekarang, kangen ketidakpeduliannya,
kangen kegeblekannya, kangen saat dia bilang "jangan khawatir", "kau tak perlu cemas",
kangen tatapan sayunya yang seolah bicara "kau rapuh", aku kangen Kebo, Tuhan...
kangen semua tentang dia, kangen keberadaannya"

Jeng-jeng mulai berguncang.

"Aku benci Kebo..."

Kemudian hujan turun deras di tengah terik matahari... tanpa suara.

1 komentar:

Anggoro mengatakan...

Tinggalin jejak

 

@aku_pipit Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea